Self Improvement : 7 Cara Terbaik Meningkatkan Kualitas Diri

Meningkatkan Kualitas Diri

Apakah Anda termasuk orang yang ingin memiliki hidup yang begitu-begitu saja? Atau Anda menginginkan perubahan ke arah yang lebih positif? Jika jawaban Anda dari pertanyaan pertama adalah “tidak” dan jawaban kedua adalah “Ya,” itu artinya Anda ingin meningkatkan kualitas diri Anda.

James Clear, penulis buku Atomic Habits, berpendapat, self-improvement ‘meningkatkan kualitas diri’ berarti meningkatkan pengetahuan, status, atau karakter seseorang menggunakan usahanya sendiri. Pada bagian akhir, ‘menggunakan usaha sendiri’, maksudnya adalah bukan usaha orang lain.

Lalu, apa saja cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri?

7 Cara Terbaik Meningkatkan Kualitas Diri

Sebagai langkah untuk meningkatkan diri, berikut beberapa tujuh hal yang bisa Anda lakukan.

1. Melakukan Hobi

Salah satu contoh self-improvement adalah melakukan hobi. Ketika Anda melakukan hobi, bagian pengirim zat kimia di otak kita yang bernama neurotransmitter melepaskan dopamine – sebuah zat membuat kita merasa bahagia. Hal ini kemudian dapat memacu Anda untuk melakukan hobi tersebut kembali.

Selain membawa kebahagiaan, hobi juga bisa memberikan keuntungan lain. Misalnya jika Anda memiliki hobi yang berhubungan dengan olahraga, tentu hobi tersebut dapat membuat tubuh Anda lebih sehat. Selain itu, berdasarkan riset, hobi yang lain seperti bermain musik, dapat meningkatkan memori Anda. 

2 .Menerapkan Pola Pikir Growth Mindset

Cara melakukan self-improvement selanjutnya adalah dengan menerapkan pola pikir growth mindset, dan meninggalkan cara berpikir fixed mindset. Growth mindset adalah cara berpikir bahwa manusia bisa tumbuh. Sedangkan fixed mindset adalah cara berpikir bahwa manusia bersifat tidak bisa berubah.

Orang dengan growth mindset memandang intelegensi, kemampuan, dan talenta adalah sesuatu yang dapat dipelajari dan dapat ditingkatkan melalui usaha. Sementara, orang dengan fixed mindset memandang bahwa sifat tersebut tidak dapat berubah dan sudah stabil.

Sehingga untuk dapat selalu meningkatkan kualitas diri, Anda harus menggunakan growth mindset.

3. Belajar Mengurangi Keputusan Impulsif

Keputusan impulsif adalah keputusan yang Anda ambil dengan tidak memperhitungkan dampak jangka panjangnya. Berdasarkan riset dari National Library of Medicine, orang dengan tingkat impulsif yang tinggi kurang sensitif terhadap konsekuensi negatif dari pilihan mereka.

Dengan seringnya Anda mengambil keputusan secara impulsif, tujuan atau goal impian sulit untuk Anda raih. Misalnya Anda pergi ke supermarket, yang awalnya hanya ingin beli sabun cuci, namun ketika melihat ada diskon oreo, Anda memutuskan untuk membelinya.

4. Mengikuti Kelas Online

Mengikuti kelas online adalah cara yang dapat Anda lakukan sebagai langkah untuk meningkatkan diri. Kelas online biasanya membekali Anda untuk memperluas pengetahuan, mempelajari skill baru, ataupun mengubah mindset, sehingga dapat meningkatkan kualitas diri Anda. 

Terutama sejak pandemi, kelas online yang dulunya tidak terlalu dilirik, sekarang semakin menjamur, dari yang berbahasa Indonesia hingga Inggris. Contoh platform yang menyediakan kelas online gratis antara lain, Digital Talent Scholarship (DTS) Kominfo, edX, hingga Coursera. 

5. Belajar Bahasa

Belajar bahasa bisa menjadi alat yang membuat kualitas diri Anda meningkat. Pasalnya, selain kemampuan verbal Anda bisa menjadi lebih baik, belajar bahasa juga memiliki efek samping yang baik. Seperti fungsi memori  jangka panjang dan pendek yang meningkat secara kualitas. 

Apalagi jika benar-benar serius dalam mendalami dan menguasai sebuah bahasa, kesempatan bekerja Anda bisa berkali-kali lipat lebih banyak. 

Bagaimana tidak? Misalnya saja, selain menguasai Bahasa Indonesia dan Inggris, Anda juga bisa Bahasa Jepang. Pastinya Anda punya lebih banyak kesempatan pada pekerjaan yang membutuhkan bahasa tersebut sebagai pengantar, bukan? 

6. Membuat To-do list

Membuat to-do list ‘daftar yang harus dikerjakan’ adalah salah satu kegiatan yang underrated, alias banyak orang kurang menganggapnya penting. Padahal membuat to-do list bisa sangat membantu Anda meningkatkan kualitas diri Anda. Ini juga bermanfaat mengurangi beban pikiran Anda. 

Ketika selesai satu pekerjaan, Anda tidak perlu menghabiskan energi untuk mengingat tugas apa selanjutnya yang harus dikerjakan. Anda tinggal melihat pada list berikutnya yang harus segera selesai. Selain itu, to-do list akan lebih bermanfaat lagi ketika Anda harus melakukan banyak pekerjaan. 

Saat ini banyak sekali aplikasi yang dapat membantu Anda membuat to-do list, seperti Google Task, Notion, dan Color Note. 

7. Lakukan Self-talk yang Positif

Menurut psikologi, self-talk merupakan percakapan atau dialog yang terjadi dalam diri Anda sendiri dan terjadi secara sadar. Self-talk bisa sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertindak. Secara luas, self-talk memiliki dua jenis, yaitu negatif dan positif.

Self-talk yang positif, menurut psikolog Gregory Jantz, adalah proses yang dapat membuat Anda menemukan sisi optimisme, harapan dan kegembiraan yang tersembunyi dalam situasi apa pun. Pernyataan Gregory Jantz ini bukan tanpa adanya landasan.

Sebuah laporan penelitian dari Journal of Sport and Exercise Psychology yang melakukan penelitian pada pelari, menyimpulkan bahwa self-talk yang positif membuat mereka berlari lebih cepat. Selain itu mereka yang mempraktikkan juga merasa lebih kuat secara mental. 

Kesimpulan

Itulah beberapa aktivitas yang dapat Anda praktikkan secara kognitif atau yang berhubungan dengan cara berpikir hingga secara behavior atau tindakan yang dapat meningkatkan kualitas diri Anda. Ada banyak sekali pilihan. 

Namun, pilihlah cara yang berhubungan dengan goal jangka panjang Anda dan fokus terhadapnya. Dengan begitu aktivitas yang meningkatkan kualitas dan membangun diri Anda dapat menjadi kebiasaan yang dapat secara konsisten Anda lakukan.