7 Tipe Rekan Kerja yang Baik, Anda Termasuk yang Mana?

Tipe Rekan Kerja yang Baik

Berdasarkan survei, 82% dari 3.000 orang mengatakan bahwa mereka lebih memilih bekerja bersama rekan kerja yang mereka anggap sebagai teman. Di sini dapat disimpulkan bawah tipe rekan kerja yang baik adalah mereka yang sudah seperti teman.

Rekan kerja adalah orang yang bekerja dengan Anda dalam satu lingkungan organisasi, entah sebagai atasan, sesama, atau bawahan Anda. Jika rekan kerja Anda sudah seperti teman, Anda tentu lebih merasa nyaman ketika bekerja bersama. 

Hal ini juga mendukung lingkungan kerja yang positif dan berpengaruh terhadap bagaimana kita bekerja. Pernyataan ini juga mendapat dukungan dari sebuah riset, yang menyimpulkan bahwa hubungan antara rekan kerja memiliki pengaruh positif terhadap performa kerja mereka. 

7 Tipe Rekan Kerja yang Baik 

Anda mungkin perlu menganalisa, karakteristik apa yang tersemat pada seorang rekan kerja yang baik? Inilah tujuh di antaranya.

1. Memahami perbedaan dengan Toleransi

Seorang rekan kerja yang baik adalah mereka yang mampu memahami fakta bahwa setiap orang datang dari latar belakang yang berbeda. Latar belakang yang berbeda itu menyebabkan mereka memiliki cara bersikap, kepercayaan dan pandangan yang berbeda pula. 

Sebagai respon terhadap perbedaan itu, rekan kerja yang baik mampu menerima perbedaan dengan lapang dada dan tidak bersikap judgmental (menghakimi).

Contoh sederhana dalam kasus perbedaan cara makan bubur diaduk dan tidak diaduk. Rekan kerja yang patut diteladani adalah mereka yang terbiasa makan bubur diaduk, namun tetap menghormati rekannya yang tidak mengaduk buburnya.

2. Menyimak dengan Seksama Ketika Berbicara

Orang suka bekerja sama dengan rekan yang memperhatikan mereka ketika berbicara. Etika semacam ini dapat memberi sinyal terhadap orang yang berbicara, bahwa ia dihargai dan apa yang ia katakan bernilai. Kemampuan ini dapat Anda jadikan patokan untuk mengidentifikasi rekan kerja yang baik.

Sebaliknya, jika seorang rekan tidak memperhatikan lawan bicara, hal ini bisa menimbulkan kesan negatif. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa ia tidak menghargai lawan bicara dan menganggap pesan yang ia utarakan tidak terlalu penting. 

3. Memiliki Empati yang Baik Terhadap Rekan Kerja

Banyak yang salah mengartikan makna empati, sehingga melakukan praktik empati dengan kurang tepat. Kesalahan ini terjadi ketika seorang rekan kerja beranggapan bahwa orang lain ingin atau tidak ingin mendapat perlakuan seperti yang dia dapatkan. 

Empati sesungguhnya merupakan kemampuan seseorang untuk memahami orang lain dari sudut pandang orang tersebut, bukan dari sudut pandang kita. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rekan kerja yang baik adalah mereka yang mampu memahami orang lain dari sudut pandang orang tersebut. 

4. Terbuka dengan Feedback yang Konstruktif

Dalam ranah lingkungan kerja, di mana sering terjadi perbedaan argumen, maka rekan kerja yang baik adalah mereka yang terbuka dan mampu menerima feedback (umpan balik) atau masukan dari orang lain. Selain dapat membentuk citra yang positif bagi penerima feedback, orang yang bersangkutan juga dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Meski terbuka menerima feedback penting, namun belum tentu semuanya dapat diterapkan. Untuk itu Anda perlu mengenali mana feedback yang bersifat konstruktif (membangun) dan mana yang destruktif (menghancurkan).

Di sisi lain, sikap “senior selalu benar” akan menutup kemungkinan bagi ide-ide kreatif untuk tumbuh dan berkembang. Setiap feedback membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan baik buruknya dan argumen yang tepat untuk menerima atau menolaknya.

5. Komunikatif untuk Membangun Kolaborasi

Individu yang komunikatif adalah salah satu sifat rekan kerja yang baik. Komunikatif berarti mampu mengutarakan isi pikiran kepada orang lain dengan efektif,  jelas dan mudah dipahami. Dengan menjadi komunikatif, seseorang dapat memahami satu sama lain, sehingga memungkinkan mereka untuk berkolaborasi.

Sementara itu, jika Anda hanya memendam pendapat atau ide, hal tersebut hanya akan tersimpan dalam pikiran saja. Sehingga orang lain tidak dapat memahami kemauan atau keinginan Anda.

Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh tipe rekan kerja sebelumnya (nomor 4). Seseorang dapat berhenti bersikap komunikatif jika setiap gagasannya selalu dipatahkan tanpa pertimbangan dan argumen yang kuat. Sebagai hasilnya, kolaborasi dan inovasi dalam lingkungan kerja tidak berjalan dengan baik.

6. Inisiatif atau Self-Starter yang Mau Menolong

Rekan kerja yang baik adalah mereka yang mau membuat inisiatif atau dapat kita kenal sebagai self-starter. Kemauan untuk berinisiasi berarti tidak perlu menunggu perintah, tanpa ragu dia mau membantu rekannya yang lain yang berada dalam kesulitan. Tentu ini juga tidak lepas dari poin sebelumnya, yakni tetap komunikatif.

Selain itu, ciri-ciri self-starter juga adalah mereka dapat bekerja tanpa pengawasan dari atasan yaitu memiliki kepercayaan diri dan mampu beradaptasi terhadap tantangan.

Jika Anda memiliki rekan kerja yang demikian, tentu Anda sangat beruntung. Namun, disayangkan sikap rekan kerja seperti ini juga tak lepas dari mereka yang justru memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi.

7. Pendengar yang Baik dan Tahu Kapan Harus Berbicara

Pernahkan Anda berbicara dengan seseorang, namun mereka justru bermain HP sendiri atau memandang ke arah lain sembari mengunyah permen karet? Tentu hal ini membuat Anda merasa tidak dihargai, bukan? Pun sebaliknya, ketika Anda berbicara dan lawan bicara Anda menjadi pendengar yang baik, Anda akan merasa nyaman.

Pendengar yang baik adalah salah satu ciri dari rekan kerja yang baik. Meski begitu, menjadi pendengar yang baik tidak harus selalu mendengarkan terus-menerus. Ketika merasa lelah dan butuh istirahat, Anda dapat memberitahu lawan bicara untuk melanjutkan pembicaraan di lain waktu. Tentu ini dilakukan dengan etika.

Kesimpulan

Itulah 7 tipe rekan kerja yang baik. Tipe-tipe tersebut dapat Anda gunakan sebagai bahan perbaikan diri atau pun untuk mengidentifikasi rekan kerja Anda. Tentu tipe-tipe tersebut adalah sebagian kecil dari lebih banyak tipe yang dapat Anda pelajari.

Kuncinya adalah untuk selalu mau belajar dari pengalaman. Simak juga berbagai artikel tips meningkatkan produktivitas bekerja lainnya.