Inspirasi Berbisnis: Belajar dari Pengalaman Orang Sukses

Belajar dari Pengalaman Orang Sukses

Dari sekian banyak tokoh wirausahawan yang sukses di Indonesia saat ini, ada satu kesamaan yang pasti mereka miliki. Kesamaan tersebut adalah pengalaman jatuh bangun ketika sedang membangun usaha. Kena tipu, dikhianati partner, bahkan bangkrut. Untuk Anda yang sedang merintis usaha, silakan belajar dari pengalaman orang sukses ini.

Pengalaman adalah guru terbaik. Apalagi pengalaman jatuh bangun saat berbisnis. Selain bisa Anda jadikan pelajaran, pengalaman sosok sukses ini bisa Anda jadikan bekal dalam mengambil keputusan untuk usaha Anda.

Belajar dari Pengalaman Orang Sukses

Pernah dengar nama besar William Tanuwijaya dan Hendy Setiono? Dua nama ini terkenal dengan kesuksesannya masing-masing. WT sukses di bidang teknologi, HS sukses di bidang kuliner. Perjalanan keduanya memberikan banyak pelajaran di dunia bisnis.

Baca kisah nyata kesuksesan kedua sosok inspiratif ini di bawah.

Tokoh Sukses di Balik Tokopedia

Belajar dari Pengalaman Orang Sukses
William Tanuwijaya: Tokopedia Hampir Gagal Sebelum Berdiri (Foto: wikipedia)

Jika Anda ingin belajar dari pengalaman orang sukses, simak terus kelanjutannya.

Besar dan lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, William Tanuwijaya  adalah sosok pendiri Tokopedia, startup berstatus decacorn yang kini sudah merger dengan Gojek yang kemudian berganti nama menjadi GoTo.

Dibalik gemerlap kesuksesannya, ternyata WT adalah seseorang yang menjadi pengusaha karena kepepet. Almarhum ayah dan pamannya percaya kalau orang yang sukses berawal dari pendidikan yang tinggi. Berdasarkan kepercayaan ini, WT pergi ke Jakarta untuk kuliah.

Di tahun kedua masa kuliah, uang saku tidak lagi WT terima karena ayahnya sakit. Hal ini membuatnya harus mencari kerja sampingan. WT akhirnya kerja sampingan di bidang teknologi bergengsi pada masa itu, Ia menjadi penjaga warnet 24 jam. Benefitnya: akses internet gratis selama bekerja.

Setelah lulus kuliah tahun 2003, WT sempat bekerja di beberapa perusahaan software developer dan game developer. Baru di tahun 2007-lah gagasan membangun marketplace bernama Tokopedia Ia miliki.

Masalah Klasik Pebisnis: Kekurangan Modal

Masalahnya klasik: William Tanuwijaya tidak punya uang. Modalnya kurang, bahkan tidak ada. Sebuah tantangan yang paling banyak dihadapi dari orang yang ingin meraih sukses dengan berbisnis. Ditambah lagi, ayahnya divonis kanker dan membutuhkan biaya pengobatan.

Karena berbagai kendala, Tokopedia baru berdiri 17 Agustus 2009 dengan suntikan modal seadanya yang WT dapat dari mantan bos.

Di tahun pertama Tokopedia berdiri, WT kesulitan mencari karyawan. Ia sempat mendatangi job expo di Universitas Bina Nusantara (almamater-nya) dengan ekspektasi mendapatkan karyawan yang memiliki visi dan misi sama seperti dirinya. Setelah 2 hari mencari lewat sini, 0 karyawan bergabung di Tokopedia.

Di tahun pertama berdiri, Tokopedia hanya memiliki 4 karyawan. Sekarang, Tokopedia adalah multi billion dollar company dengan 6.000 lebih karyawan di dalamnya.

Tokoh Sukses di Balik Kebab Turki Baba Rafi

Belajar dari Pengalaman Orang Sukses
Hendy Setiono: Putus Kuliah Demi Jualan Kebab Pinggir Jalan (Foto: Wikipedia)

Satu lagi yang hikmah yang bisa Anda dapatkan dengan belajar dari pengalaman orang sukses.

Pernah makan ‘Kebab Turki Baba Rafi’? Hendy Setiono adalah sosok pendiri sekaligus pemiliknya. Sekarang, Baba Rafi hampir ada di seluruh kota-kota besar Indonesia bahkan pelosok daerah.

Alumni SMA Negeri 5 Surabaya yang punya hobi makan ini mendapatkan ide berjualan kebab setelah mengunjungi ayahnya yang bekerja di Qatar. Di sana, outlet kebab laris manis dan selalu penuh oleh warga sekitar. Karena penasaran, HS mencobanya dan langsung jatuh hati dengan rasa kebab Qatar.

Modal nekat, setelah kembali ke Indonesia HS menjajal peruntungannya jualan kebab di pinggir jalan dengan pinjaman Rp. 4 juta dari kerabatnya. Gerobak pertama Kebab Turki Baba Rafi beroperasi di bulan September 2003 dengan bantuan seorang karyawan.

Usaha sudah beroperasi, HS tinggal menikmati untung jualan kebab setiap hari, dong? Salah. Karyawan HS sering izin sakit dan membuatnya tidak bisa berjualan. Yang artinya, tidak ada untung jualan untuk dihitung setiap hari. Mau tidak mau, Ia yang harus jualan.

Masalahnya adalah, HS masih berstatus mahasiswa aktif. Dan apa yang bisa dipelajari dari orang sukses adalah pengorbanan.

Nekat Putus Kuliah Untuk Serius Jualan Kebab

HS putus kuliah saat masuk semester 4. Pendidikan jurusan Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ia tinggalkan untuk terjun 100% ke bisnis kebabnya. Sesuai kodratnya, orang tua HS menentang keputusan ini. Karena tekadnya sudah bulat, HS keukeuh melanjutkan dagang kebab.

Di tahun 2004, HS memiliki 6 outlet kebab di Surabaya. Kesuksesan kecil ini semakin besar berkat ilmu manajemen dan pemasaran miliknya dan dukungan dari istri sekaligus partner bisnisnya, Nilam Sari.

Sekarang,¬† Hendy Setiono mendirikan Baba Rafi Enterprise dan melebarkan sayapnya ke bisnis F&B lainnya, seperti ‘Ngikan Yuk’ dan ‘Nyayap’. Kebab Turki Baba Rafi juga terus berkembang. Di Indonesia, lebih dari 1.000 outlet sudah berdiri dan Ia menargetkan untuk mencapai angka 4.000 outlet sesegera mungkin.

Penutup

Belajar dari pengalaman orang sukses seperti William Tanuwijaya dan Hendy Setiono memberikan satu renungan: masalah klasik berbisnis seperti kurang modal dan tidak bisa 100% fokus pada usaha, dilalui oleh semua tokoh sukses.

Jika Anda masih butuh dorongan untuk mencapai sukses, simak kumpulan motivasi penambah semangat sebagai sumber inspirasi lainnya.