Tips Merencanakan dan Mempersiapkan Biaya Pendidikan

biaya pendidikan

Mendorong anak untuk bercita-cita tinggi sangatlah penting. Namun, tujuan tersebut menuntut Anda menyediakan biaya pendidikan hingga jenjang tertinggi yang bisa mereka capai.

Artikel ini membahas pengeluaran apa saja yang perlu Anda siapkan untuk sekolah anak dan bagaimana merencanakan biaya pendidikan mereka. Hal terkait yang tak kalah pentingnya adalah tips mempersiapkan biaya tersebut sedini mungkin.

Tips Merencanakan Biaya Pendidikan

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan anggaran untuk pendidikan.

1. Menentukan Jenjang Pendidikan

Jika anak Anda sekarang duduk di bangku SMA, rencanakan jenjang pendidikan perguruan tingginya. Apakah ingin meraih gelar S1 dan selesai, atau melanjutkan S2 hingga S3? Pilihan ini sangat mempengaruhi besarnya biaya pendidikan.

Diskusikan bersama anak Anda untuk membuat keputusan terbaik. Keputusan ini dilakukan dengan tetap berpikir realistis dalam hal kemampuan finansial Anda, serta minat dan kemampuan sang anak. Berikan mereka wawasan pentingnya pendidikan tinggi. Namun, biarkan keputusan berada di tangan mereka.

2. Merencanakan Sekolah Tujuan

Tipe sekolah (negeri atau swasta), lokasi, fasilitas, akreditasi, kualifikasi pengajar dan popularitas suatu sekolah akan menentukan seberapa mahal biaya pendidikan yang mereka bebankan kepada orang tua murid.

Umumnya, sekolah negeri menawarkan biaya yang lebih rendah dari sekolah swasta. Sehingga, sekolah negeri bisa menjadi solusi jika menginginkan anggaran yang lebih terjangkau.

Namun untuk sekolah negeri, khususnya jenjang pendidikan TK, SD, SMP dan SMA/SMK, hanya bisa didaftarkan di sekolah terdekat dari rumah. Informasi ini didapat berdasarkan aturan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Sedangkan untuk jenjang perguruan tinggi, ada baiknya merencanakan beberapa pilihan; mulai dari universitas negeri hingga swasta. Universitas swasta akan menjadi alternatif apabila anak Anda tidak berhasil memasuki universitas negeri.

Dalam memilih kampus, selain mempertimbangkan kemampuan finansial, sesuaikan juga dengan minat, prestasi, bakat dan keahlian anak Anda.

3. Prediksi Pos Pengeluaran

Beberapa contoh pertanyaan yang membantu Anda untuk memprediksi komponen lain terkait biaya pendidikan :

  • Lokasi sekolah berada di satu wilayah, luar kota, atau luar negeri?
  • Jika masih satu wilayah, seberapa jauh jaraknya dari rumah? Perlukah menggunakan jasa abonemen?
  • Jika di luar kota atau luar negeri, apakah disediakan asrama, atau harus sewa kost, atau mungkin tinggal dengan kerabat?
  • Apa saja fasilitas belajar yang anak butuhkan (misal; kendaraan, laptop, printer, meja gambar untuk mahasiswa arsitek dan sebagainya)?
  • Apabila harus kost, piranti apa yang anak perlukan (misal; peralatan masak, air conditioner (AC) atau kipas angin, meja belajar, lemari pakaian, springbed, dsb)?
  • Berapa besar uang saku yang Anda sediakan untuk keperluan pribadi anak?

Ada lebih banyak pertanyaan lagi di luar itu. Namun, daftar tersebut bisa menjadi langkah awal Anda. Jangan ragu menambahkan pertanyaan lain yang Anda pikirkan.

Pertanyaan terakhir, berapa besar biaya pokok sekolah yang harus Anda tanggung, seperti biaya daftar ulang, SPP, seragam sekolah dan seterusnya?

Biaya Pendidikan di Indonesia

Melansir dari Katadata.co.id, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa rata-rata biaya pendidikan selama satu tahun pada tahun ajaran 2017/2018 adalah :

biaya pendidikan

Angka tepatnya seperti ini :

  • SD = Rp 2,4 juta
  • SMP = Rp 4,23 juta
  • SMA = Rp 6,5 juta
  • Perguruan Tinggi = Rp 15,33 juta

Di samping itu, melansir dari Republika.co.id, kenaikan biaya pendidikan di Indonesia rata-rata 20% per tahun untuk jenjang TK sampai SMA/SMK. Sementara untuk perguruan tinggi, rata-rata 40% per tahun.

Dari data tersebut, Anda bisa membuat proyeksi anggaran biaya pokok pendidikan berdasarkan jenjang yang Anda inginkan.

Contoh Menghitung Proyeksi Biaya Pendidikan

Apabila anak Anda sekarang duduk di kelas 2 SMA (tahun ajaran 2021/2022) dan ingin merencanakan biaya masuk kuliah pada tahun 2023 hingga lulus di tahun 2027 (target 4 tahun belajar). Maka, berikut cara menghitungnya :

Informasi

  • Biaya kuliah rata-rata tahun ajaran 2017/2018 = Rp 15,33 juta
  • Kenaikan biaya kuliah per tahun = 40%
  • Tahun masuk kuliah = 2023
  • Tahun berakhir kuliah = 2027

Perhitungan

  • Kenaikan biaya kuliah per tahun = Rp 15,33 juta x 40% = Rp 6,13 juta/tahun
  • Kenaikan biaya kuliah selama 9 tahun (tahun 2018-2027) = 9 tahun x Rp 6,13 juta = Rp 55,17 juta
  • Biaya kuliah selama 4 tahun (tahun 2023-2027) = 4 tahun x Rp 15,33 juta = Rp 61,32 juta
  • Biaya pokok kuliah = Rp 55,17 juta + 61,32 juta = Rp 116,49 juta

Maka, disimpulkan bahwa perkiraan biaya kuliah anak Anda selama 4 tahun adalah sebesar Rp 116,49 juta.

Selanjutnya, tambahkan biaya tersebut dengan jumlah pengeluaran dari pos lainnya yang telah Anda hitung sebelumnya.

Catatan: Mengingat biaya pendidikan masing-masing perguruan tinggi kemungkinan berbeda, sebaiknya hubungi universitas tujuan Anda untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Tips Mempersiapkan Anggaran Pendidikan

Setelah memiliki proyeksi anggaran pendidikan, ada beberapa cara mempersiapkan dana tersebut, dimulai dari menabung.

1. Tabungan pendidikan

Buat rekening bank khusus untuk mempersiapkan tabungan biaya pendidikan anak Anda, sehingga terpisah dari dana lainnya.

Jika memungkinkan, sisihkan beberapa persen dari penghasilan Anda sejak hari pertama gajian untuk memastikan tabungan tersebut terisi rutin setiap bulannya.

2. Investasi emas

Emas merupakan salah satu jenis investasi terbaik dengan nilai jual yang stabil dan cenderung naik setiap tahunnya.

Apabila tabungan tersebut direncanakan untuk jangka waktu yang lama, misal 5 tahun kedepan, sebaiknya investasikan ke dalam bentuk emas. Hal ini ditujukan untuk meminimalisir inflasi.

3. Bantuan biaya pendidikan

Penghasilan Anda tidak cukup?

Melansir dari Kompas.com, pemerintah menyediakan program Kartu Indonesia Pintar (KIP), yaitu bantuan biaya pendidikan anak bagi orang tua/wali murid yang memiliki pendapatan kotor gabungan paling besar Rp 4 juta per bulan atau pendapatan gabungan orang tua/wali murid dibagi jumlah anggota keluarga hasilnya paling banyak Rp 750rb.

Selain itu, masih ada syarat lain yang harus dipenuhi. Jika Anda tertarik, gali lebih dalam informasi program KIP di internet dan ajukan dari sekarang. Cara mengajukannya dengan mengisi formulir pendaftaran melalui situs kemdikbud.go.id.

Jika pengajuan Anda diterima, maka biaya sekolah anak Anda akan dibantu pemerintah hingga kuliah S1 (maks. 8 semester). Menarik bukan!?

Ketika tiba waktunya mendaftar ke sekolah atau kampus yang telah direncanakan sebelumnya, Anda tidak perlu pusing memikirkan biaya pendidikan mereka.

Solusi Pembiayaan Darurat

Merencanakan dan mempersiapkan biaya pendidikan merupakan prioritas utama dalam mendukung cita-cita dan masa depan anak. Dengan mempertimbangkan dan menerapkan tips di atas, Anda akan lebih mudah dalam mempersiapkan biaya tersebut.

Namun, bagaimana jika kebutuhan datang di saat Anda belum memiliki tabungan khusus atau dana yang terkumpul tidak mencukupi?

Tidak perlu khawatir, karena masih ada pinjaman dana pendidikan yang bisa dijadikan solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pinjaman dana pendidikan adalah bagian dari pinjaman multiguna yang ditujukan untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan mendesak, seperti biaya pendidikan. Pinjaman jenis ini menggunakan agunan atau jaminan sebagai solusi untuk mendapatkan dana cepat.

Salah satu pemberi pinjaman multiguna dengan jaminan BPKB motor atau mobil adalah Dananow. Sementara Dananow sendiri merupakan salah satu produk pembiayaan yang dihadirkan oleh Mandiri Utama Finance (MUF).

MUF Dananow menawarkan berbagai keunggulan, seperti pengajuan secara online, syarat mudah, serta pencairan dana cepat (maksimal 48 jam). Kunjungi situs resmi Dananow dan temukan sejumlah benefit lainnya.